Minggu, 24 Oktober 2010

Hijaukan Area Interior Dengan Tanaman Indoor

Jangan salah kaprah, bahwa tanaman dapat diletakan di dalam rumah hanyalah tanaman plastik. Penghijauan tidak hanya dapat dilakukan di luar ruangan tetapi juga di dalam ruangan. Tujuan meletakan tanaman ini pun beragam, mulai dari hobi, estetika, kesehatan, gaya hidup ramah lingkungan, atau keyakinan fengshui akan hoki. Di dukung isu global warming, kini masyarakat marak untuk kembali memperhatikan lingkungan, diawali dari lingkungan terdekat mereka, yakni rumah. Penempatan tanaman dalam interior, biasanya diletakan pada pot yang disertai tatakannya. Hal ini untuk memudahkan pemindahan tanaman dari satu ruang ke ruang lain, kebersihan yang ditimbulkan dari tanaman serta estetika pot itu sendiri.
Penempatan tanaman dalam ruang akan memberi kesan asri, cantik sekaligus menyegarkan suasana. Letakan tanaman di sudut-sudut yang tidak digunakan untuk aktivitas. Kondisi ruangan yang tepat untuk tanaman interior adalah ruang yang akses udara dan sinar matahari baik. Namun dalam perawatannya, tanaman ini harus sering diperhatikan seperti membolak-balik tanaman untuk menghindari perkembangan tumbuh tanaman yang diakibatkan pancaran sinar matahari pada satu sisi saja. Untuk ruang ber-AC, masih dapat dilakukan penanaman, dengan konsekuensi tanaman tidak tumbuh sebaik di ruang tidak berAC dan dengan ventilasi baik. Umumnya, tanaman yang diletakan di ruang berAC, pertumbuhannya lambat, sehingga akan tampak lebih kering dan kerdil.
Berikut jenis tanaman yang cocok untuk diletakan di dalam ruangan:
1. Sanseviera/ lidah mertua.
Jenis ini penyerap polutan udara dan radiasi seperti asap rokok, radiasi barang elektronik, menyerap karbondioksida, benzene, trichloroethylene dan formaldehid sekitar 0.983 mg/jam. Untuk Ruangan seluas 100 m2, sebaiknya sanseviera dewasa dengan 4-5 helai daun atau lebih. Selain berguna sebagai penyerap polutan dan radiasi, tanaman ini juga dapat digunakan sebagai tanaman obat. Jenis trisfasciata lorentii untuk mengobati diabetes (hanya dengan meminum rebusan potongan dari 1 lembar daun dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas). Begitu pun dengan ambein.

2. Bambu hias/ lucky bamboo. Tanaman ini sebenarnya bukanlah golongan bamboo, tetapi ribbon plant. Tanaman ini tahan terhadap intensitas cahaya tinggi maupun rendah. Medianya tak boleh kekeringan, maka cukup ditambah air jika medianya mulai kering. Jangan sampai kekeringan terlalu lama, karena rangkaian bisa mati. Rangkaian ini tahan diletakkan dalam ruang selama berbulan-bulan. Jika tunas sudah besar dan tak bagus lagi, bisa dibongkar. Batangnya jangan dibuang, bisa ditanam laiknya bibit dari stek. Rangkaian bambu rezeki sering terkena busuk batang. Ini karena bakteri dan air tak bersih. Makanya untuk menyiram, sebaiknya gunakan air bersih dan bebas bahan kimia yang merusak.

3. Suplir/ Adiantum pedatum. Tanaman ini bisa ditanam di luar dan dalam ruangan. Intensitas cahaya rendah dan sedikit air adalah kuncinya. Namun apabila sebagai tanaman interior, sebaiknya keluarkan untuk mendapatkan sinar matahari 3 kali sekali. Jauhkan pot/ tanaman suplir dari tembok yang berwarna putih atau yang mampu memancarkan panas yang tidak disukai suplir. Usahakanlah suplir bebas dari tangkai kering suplir dan tanaman liar.

4. Kadaka, seperti keluarga paku- pakuan. Kadaka juga menyukai kondisi intensitas cahaya 50%, dan porposi air sedang. Oleh karena itu, cukup menyiram 3 kali sehari. Kadaka juga dapat diletakan menempel pada dinding kolam/ air terjun agar tampak lebih eksotis.

5. Kaktus. Tanaman ini cukup mudah perawatannya. Tidak membutuhkan banyak air, namun harus terkena sinar matahari. Umumnya sebaian orang tidak suka menanam tanaman berduri, baik alasan fengshui atau alasan bahaya. Tak ada salahnya memelihara tanaman berduri asal peletakannya tepat. Untuk mereka yang percaya fengshui, letakan tanaman ini di jendela untuk menghalau tamu yang tidak diundang.
Selain tanaman tersebut. Masih banyak tanaman indoor lainnya. Seperti aglonema, Diffenbachia, Philodendron dan masih banyak lagi. Yang terpenting dalam perawatan tanaman indoor adalah tukar, semprot dan siram. Jika media tanam masih lembab, tundalah sementara hingga media sedikit kering. Apabila tanaman diletakan 1 minggu di dalam ruangan, keluarkan di udara terbuka bebas selama 2 minggu dan tukarlah dengan tanaman yang di luar. Agar daun tetap terjaga keindahannya, semprot saja air dengan menggunakan alat semprot halus lalu usap dengan kain perlahan. Selamat menghias ruangan dan ciptakan hijaumu.!!! (24.10.10)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar